Safetyclopedia

Safetyclopedia

Safetyclopedia

26 Maret 2025

Penerapan Process Safety Management (PSM)

Penerapan Process Safety Management (PSM) pada Industri Petrokimia

Saat mendengar kata “petrokimia”, mungkin ada yang mengira ini adalah nama sebuah perusahaan. Padahal, industri petrokimia adalah sektor besar yang berperan penting dalam proses pengolahan minyak bumi dan gas alam yang menghasilkan produk kimia yang kemudian digunakan di berbagai sektor, seperti plastik, pupuk, obat-obatan, hingga bahan bakar yang akan berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Namun, di balik manfaatnya, industri petrokimia memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi. Menurut data, sekitar 17% kecelakaan industri terjadi di sektor ini, yang 40% diantaranya disebabkan oleh faktor manusia (Chandra & Djunaidi, 2023). Itulah mengapa Process Safety Management (PSM) menjadi sangat penting. Tanpa penerapan PSM yang baik, sehingga membahayakan pekerja, lingkungan, serta masyarakat sekitar. Nahh, sobat safeclo tau ngga gimana penerapan PSM di dalam industri petrokimia? yuk kita simak penjelasannya!

  1. Prinsip Utama Process Safety Management (PSM)

    Perlu sobat safeclo ketahui, bahwa PSM merupakan manajemen keselamatan yang dirancang untuk mencegah kecelakaan besar akibat kegagalan dalam proses industri. Maka dari itu, PSM bukan sekadar aturan di atas kertas lho.., tapi sistem yang memastikan industri petrokimia tetap aman dan terkendali. Nah, menurut Markowski, A. S. et al. (2021), ada beberapa prinsip utama dalam PSM yang harus dipahami dan diterapkan dengan serius, diantaranya:

    • Identifikasi Bahaya dan Analisis Risiko
      Sesuai namanya, identifikasi bahaya dan manajemen resiko merupakah langkah konkret untuk bisa mengenali potensi bahaya yang ada di lingkungab kerja. proses identifikasi bahaya dan analiss risiko ini berperan sangat krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan

    • Sistem Izin Kerja (Permit to Work)
      Perlu sobat safeclo ketahui bahwa tidak semua aktivitas dapat dilakukan tanpa adanya izin yang jelas. Sistem izin kerja dirancang untuk memastikan bahwa pekerjaan yang berisiko tinggi, seperti pemeliharaan peralatan atau aktivitas yang melibatkan suhu tinggi, dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang benar dan aman. 

    • Manajemen Perubahan (Management of Change-MOC)
      Perubahan, meskipun kecil, dapat membawa dampak yang signifikan. Setiap penggantian bahan, modifikasi proses, atau perbaikan mesin harus melalui evaluasi risiko yang mendalam untuk menghindari munculnya bahaya baru.

    • Prosedur Operasi dan Pelatihan
      Setiap operator wajib memahami cara menjalankan proses dengan aman. Pelatihan berkala dan prosedur operasi yang jelas sangat penting untuk memastikan bahwa setiap pekerja mengetahui tanggung jawabnya tanpa menciptakan risiko tambahan.

    • Rencana Tanggap Darurat
      Walaupun segala sesuatu telah dirancang seaman mungkin, tetap penting untuk memiliki skenario darurat. Dengan rencana yang matang, setiap orang akan mengetahui langkah-langkah yang harus diambil dalam menghadapi situasi seperti kebocoran bahan kimia, kebakaran, atau insiden lainnya.



  2. Identifikasi bahaya proses Industri Petrokimia

    Setelah memahami prinsip utama PSM, sobat safeclo harus tahu bahwa langkah berikutnya adalah mengenali berbagai bahaya dalam industri petrokimia. Tanpa identifikasi bahaya yang tepat, risiko kecelakaan bisa meningkat dan dampaknya bisa fatal. Menurut HSEPRIME (2020), berikut merupakan identifikasi bahaya proses industri petrokimia. Yuk, kita bahas!

    • Paparan Bahan Kimia Berbahaya
      Bahan kimia di industri ini bisa masuk ke tubuh melalui kulit, mata, maupun pernapasan. Kebocoran gas beracun seperti amonia atau hidrogen sulfida dapat menyebabkan keracunan serius, bahkan kematian. Pastikan selalu menggunakan APD yang tepat dan sistem ventilasi yang baik yaa sobat safeclo!!

    • Kebakaran dan Ledakan
      Gas alam, bahan bakar cair, hingga debu industri dapat memicu kebakaran atau ledakan jika tidak ditangani dengan benar. Risiko ini telah terbukti dalam berbagai insiden di industri. Salah satunya adalah tragedi ledakan di pabrik Middletown, AS, yang terjadi akibat kesalahan dalam pembersihan gas alam. Oleh karena itu, kontrol sumber api dan pemisahan bahan berbahaya adalah kunci pencegahan!

    • Bahaya Mekanis dan Tekanan Tinggi
      Peralatan industri yang sudah tua atau korosi bisa roboh kapan saja, terutama jika bekerja dengan gas atau cairan bertekanan tinggi. Apakah sobat safeclo ingat kasus kegagalan uji tekanan hidrostatik di China? Kejadian seperti itu menunjukkan betapa pentingnya pengawasan terhadap peralatan bertekanan. Oleh karena itu, pastikan inspeksi rutin dilakukan untuk menghindari bencana akibat kegagalan mekanik!

    • Suhu Ekstrem: Panas dan Dingin
      Banyak peralatan di industri petrokimia beroperasi pada suhu tinggi, menyebabkan risiko luka bakar atau paparan radiasi panas. Sebaliknya, suhu ekstrem yang terlalu dingin juga berbahaya bagi pekerja. Sobat safeclo bisa menggunakan perlindungan yang sesuai dan perhatikan batas aman suhu kerja yaa!

    • Bahaya Listrik dan Lingkungan Kerja
      Contoh dari bahaya listrik yang sering terjadi adalah listrik statis dan peralatan bertegangan tinggi. Selain itu, faktor lingkungan kerja seperti kelembaban tinggi, keberadaan material konduktif, serta instalasi listrik yang tidak sesuai standar juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan prosedur keselamatan kerja yang ketat untuk mengurangi potensi bahaya.



  3. Sistem izin kerja dan prosedur pengendalian

    Apakah sobat safeclo tau bahwa bekerja di industri petrokimia sama artinya dengan berhadapan dengan risiko tinggi? Nah, untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan aman, diterapkan sistem izin kerja (Permit to Work) sebagai sarana komunikasi antara manajemen, supervisor, operator, dan pekerja. Dengan sistem ini, setiap pekerjaan direncanakan dengan matang dan semua risiko dapat diminimalkan.

    Nahh, selain itu sobat safeclo juga perlu memahami jenis-jenis izin kerja (Permit to Work) yang diterapkan dalam industri petrokimia, yaitu:

    • Izin Kerja Panas (Hot Work Permit/HWP)
      Diperlukan untuk pekerjaan yang menghasilkan panas atau percikan api, contohnya pengelasan dan pemotongan logam. HWP ini diperlukan agar risiko kebakaran dan ledakan bisa dikendalikan.

    • Izin Kerja Dingin (Cold Work Permit/CWP/General Permit)
      Digunakan untuk pekerjaan tanpa sumber panas, seperti perawatan atau inspeksi peralatan, namun memiliki risiko bagi keselamatan pekerja.

    • Izin Kerja Masuk Ruang Terbatas (Confined Space Entry Certificate/CESP)
      CESP ini wajib dimiliki oleh pekerja yang masuk ke ruang terbatas, seperti tangki atau saluran pipa besar, guna mencegah bahaya seperti kekurangan oksigen atau paparan gas beracun.



  4. Manajemen perubahan (Management of Change - MoC)

    Sobat Safeclo, tujuan dari adanya sistem izin kerja adalah untuk memastikan setiap aktivitas di industri petrokimia berjalan aman. Namun, jika terjadi perubahan dalam proses, peralatan, atau bahan, tanpa pengelolaan yang baik, maka perubahan kecil pun dapat menimbulkan risiko besar.
    Inilah pentingnya Manajemen Perubahan (Management of Change/MoC). MoC adalah proses sistematis untuk menilai dan mengendalikan dampak dari setiap perubahan guna mencegah kecelakaan. Perubahan yang membutuhkan MoC meliputi:

    • Modifikasi peralatan atau instalasi (misalnya, penggantian pipa atau tangki).

    • Perubahan prosedur operasional (misalnya, metode kerja baru).

    • Pergantian bahan kimia yang dapat mempengaruhi reaksi atau keselamatan.

    • Pergantian personel kunci dalam operasi dan keselamatan kerja.



  5. Kasus kecelakaan akibat kegagalan PSM

    Sobat Safeclo, semua yang telah kita bahas menunjukkan betapa pentingnya Process Safety Management (PSM) dalam industri petrokimia. Tanpa sistem keselamatan yang ketat, risiko kebakaran, ledakan, dan kecelakaan fatal bisa meningkat.  

    Salah satu contoh nyata adalah ledakan di Kilang Minyak Balongan, Jawa Barat, pada 29 Maret 2021. Insiden ini menyebabkan kobaran api besar, melukai pekerja, dan memaksa ribuan warga mengungsi. Meskipun penyebab pasti kebakaran masih diperdebatkan, peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa setiap aspek PSM mulai dari izin kerja, manajemen perubahan, hingga pengendalian bahaya harus diterapkan dengan disiplin tinggi.  

    Kecelakaan ini bukanlah yang pertama kali terjadi di dunia industri petrokimia, dan jika sistem keselamatan tidak diperbaiki, maka kecelakaan serupa bisa saja terjadi lagi. Oleh karena itu, jadikan PSM sebagai prioritas utama, bukan sekadar formalitas. Dalam industri berisiko tinggi seperti petrokimia, keselamatan bukan pilihan, melainkan keharusan.

REFERENSI

Chandra, D., & Djunaidi, Z. (2022). Analisis Pengaruh Dimensi Safety Culture Terhadap Safety Culture di Industri Petrokimia. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 633-645.

HSEPRIME. (2023). Potensi bahaya paling umum dalam industri kimia. Diakses pada 11 Maret 2025, dari https://www.hseprime.com/potensi-bahaya-paling-umum-dalam-industri-kimia/

Markowski, A. S., Krasławski, A., Vairo, T., & Fabiano, B. (2021). Process safety management quality in industrial corporation for sustainable development. Sustainability, 13(16), 9001.

SYNERGEN OG. (2021). 4 Kecelakaan Besar di Abad 21 – Mengapa Keselamatan Proses Penting?. Diakses pada 11 Maret 2025, dari https://synergenog.com/4-major-accidents-in-the-21st-century-why-is-process-safety-important/ 

Oktavera, A. T., 2021. Gambaran Penerapan Izin Keselamatan Kerja (Safety Permit) Sebagai Upaya Pendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Petro Jordan Abadi Gresik, Surabaya: s.n. dari https://repository.unair.ac.id/131994/1/44.%20101711133135.pdf

Octavianus Hutapea, (2019). Management of Change (MoC) atau Managemen Perubahan. Diakses pada 11 Maret 2025, dari https://duta.co/management-of-change-moc-atau-managemen-perubahan

PPM School of Management, 2024. Manajemen Perubahan: Pengertian, Jenis, Strategi dan Contoh https://ppmschool.ac.id/manajemen-perubahan

Aulia Syarfina K., 2021. MANAJEMEN PERUBAHAN DAN PENGELOLAAN STRES KERJA DALAM MENGHADAPI COVID-19 PADA KARYAWATI PT PETROKIMIA GRESIK https://repository.uisi.ac.id/2129/

Gina Gould, 2021. Pentingnya Sistem Manajemen Perubahan (MOC) https://www.wolterskluwer.com/en/expert-insights/the-importance-of-a-management-of-change-moc-system

Dave Paoletta, 2020. How to Implement Management of Change (MOC) https://safesitehq.com/management-of-change-moc/




Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pertambangan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pertambangan

Keselamatan di Ruang Terbatas

Keselamatan di Ruang Terbatas

PAK Akibat Pajanan Bising di Pabrik Manufaktur

PAK Akibat Pajanan Bising di Pabrik Manufaktur

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pertambangan

Keselamatan di Ruang Terbatas

PAK Akibat Pajanan Bising di Pabrik Manufaktur

Keselamatan Pekerjaan di Atas Scaffolding

© 2025 Kabinet Proxima HIMATEKK3.

© 2025 Kabinet Proxima HIMATEKK3.

© 2025 Kabinet Proxima HIMATEKK3.

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.