Safetyclopedia

Safetyclopedia

Safetyclopedia

25 Mei 2025

Keselamatan di Ruang Terbatas

Inspeksi Keselamatan di Ruang Terbatas: Panduan untuk Mencegah Kecelakaan

Halo, sobat Safeclo!👷‍♂👷‍♀

Udah pada tau belum nih, bahwa bekerja di ruang terbatas itu seperti bermain petak umpet di tempat yang sempit dan berbahaya, seru namun penuh risiko? Yap, salah satu area paling berisiko dalam dunia kerja adalah ruang terbatas. Meski terlihat biasa saja, faktanya ruang ini bisa menyimpan berbagai potensi bahaya yang serius.

Nah, lewat artikel ini, kita bakal bahas kenapa inspeksi keselamatan itu penting banget sebelum masuk ke ruang terbatas, apa saja yang harus dicek, dan bagaimana cara menerapkannya dengan benar. Karena, Sobat Safeclo pasti setuju dong, mencegah lebih baik daripada mengobati? Jadi, pastikan Sobat Safeclo baca sampai tuntas, ya! 

Definisi dan Contoh Ruang Terbatas

Sobat Safeclo, pernah dengar istilah ruang terbatas atau confined space? Nah, ruang terbatas adalah tempat kerja yang tertutup sebagian atau seluruhnya, tidak dirancang untuk aktivitas kerja secara terus-menerus, dan memiliki akses masuk dan keluar yang terbatas. Biasanya, ruang-ruang ini juga bisa punya potensi bahaya seperti kekurangan oksigen, gas beracun, suhu ekstrem, atau risiko ledakan. Berikut ini merupakan contoh ruang terbatas, yaitu:

  • Tangki penyimpanan (misalnya tangki bahan kimia atau air)

  • Saluran pipa besar atau gorong-gorong

  • Kamar mesin kapal

  • Silo penyimpanan bahan curah seperti biji-bijian atau semen

  • Manhole (lubang akses bawah tanah)

  • Ruangan bawah tanah tanpa ventilasi cukup

Risiko Utama Bekerja di Ruang Terbatas

Bekerja di ruang terbatas memiliki risiko tinggi yang dapat mengancam keselamatan pekerja. Beberapa risiko utama meliputi: 

  1. Atmosfer Berbahaya
    Adanya gas beracun, kekurangan oksigen, atau gas mudah terbakar dapat menyebabkan keracunan atau ledakan. 

  2. Ruang Terbatas
    Keterbatasan ruang gerak dapat menyulitkan evakuasi saat terjadi keadaan darurat. 

  3. Suhu Ekstrem
    Suhu tinggi atau rendah yang ekstrem dapat menyebabkan hipertermia atau hipotermia. 

  4. Bahaya Mekanis
    Peralatan atau mesin yang tidak diamankan dapat menyebabkan cedera fisik. 

  5. Kebisingan Tinggi
    Paparan kebisingan berlebihan dapat menyebabkan gangguan pendengaran. 

Menurut data BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2022, kecelakaan kerja yang melibatkan ruang terbatas menyumbang sekitar 15% dari total insiden fatal. Hal ini menegaskan pentingnya penerapan prosedur K3 secara ketat.

Langkah-Langkah Inspeksi Keselamatan di Ruang Terbatas

Inspeksi keselamatan di ruang terbatas bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya sebelum pekerjaan dimulai.  Menurut Permenaker No. 11 Tahun 2023, setiap aktivitas di ruang terbatas harus didahului dengan identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang komprehensif  (Synergy Solusi, 2024). Berikut  Langkah-langkah inspeksi keselamatan di ruang terbatas:

  1. Identifikasi Ruang Terbatas 
    Tentukan area mana saja yang termasuk ruang terbatas, seperti tangki, silo, atau saluran pipa. 

  2. Penilaian Risiko
    Lakukan evaluasi terhadap potensi bahaya yang ada, termasuk atmosfer berbahaya, risiko mekanis, dan lainnya. 

  3. Pengujian Atmosfer
    Sebelum masuk, periksa kadar oksigen dan keberadaan gas beracun atau mudah terbakar menggunakan alat deteksi yang sesuai. 

  4. Ventilasi yang Memadai
    Pastikan sirkulasi udara yang baik untuk menghindari penumpukan gas berbahaya. 

  5. Peralatan Keselamatan
    Siapkan alat pelindung diri (APD) seperti helm, sarung tangan, safety shoes, face shield, safety glasses, masker respirator.

  6. Izin Masuk
    Dapatkan surat izin kerja yang ditandatangani oleh pihak berwenang sebelum memasuki ruang terbatas. 

  7. Pengawasan dan Komunikasi
    Tunjuk petugas pengawas di luar ruang terbatas untuk memantau kondisi dan menjaga komunikasi dengan pekerja di dalam. 

  8. Prosedur Darurat
    Siapkan rencana evakuasi dan penyelamatan jika terjadi keadaan darurat. 

Penggunaan Alat Deteksi Gas dan Alat Bantu Pernapasan

Sobat Safeclo tahu nggak sih kalau ada dua alat penting yang wajib dipahami dan digunakan saat bekerja di confined space? Dua alat tersebut adalah alat deteksi gas dan alat bantu pernapasan. 

Dalam ruang terbatas, udara bisa saja mengandung gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO), hidrogen sulfida (H₂S), atau gas mudah terbakar lainnya. Yang bikin ngeri, beberapa gas ini nggak berbau dan nggak berwarna, jadi kita nggak bisa tahu keberadaannya tanpa alat bantu. Itulah kenapa alat deteksi gas sangat penting digunakan sebelum dan selama bekerja di ruang terbatas. Alat ini berfungsi untuk:

  1. Mendeteksi gas beracun sebelum pekerjaan dimulai

  2. Mengidentifikasi sumber kebocoran gas

  3. Memberikan peringatan dini agar pekerja bisa keluar sebelum terlambat

Kadang, meskipun gas sudah terdeteksi, kualitas udara di dalam ruang terbatas tetap tidak aman untuk dihirup langsung. Bisa karena kadar oksigen terlalu rendah, atau karena ada gas atau debu beracun. Nah, di sinilah pentingnya menggunakan alat bantu pernapasan seperti:

  1. SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus): tabung udara mandiri untuk kondisi darurat 

  2. Masker respirator: untuk penyaringan partikel atau gas ringan

Alat bantu ini membantu Sobat Safeclo:

  1. Menghindari gangguan pernapasan dan keracunan gas

  2. Tetap bisa bekerja di kondisi ekstrem

  3. Melindungi kesehatan paru-paru dalam jangka panjang

Sistem Izin Kerja dan Pengawasan Selama Pekerjaan

Menurut Synergi Solusi (2024), untuk memastikan keselamatan kerja di ruang terbatas, diperlukan sistem izin kerja dan pengawasan yang ketat. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan: 

  1. Penerbitan Izin Masuk Ruang Terbatas (IMRT): 
    Sebelum memasuki ruang terbatas, pekerja harus mendapatkan IMRT yang diterbitkan oleh pihak yang berwenang, seperti pengawas K3. 

  2. Pemeriksaan Pra-Operasional: 
    Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi ruang terbatas, termasuk kadar oksigen dan keberadaan gas berbahaya. 

  3. Briefing Keselamatan: 
    Pekerja harus mengikuti briefing keselamatan sebelum masuk untuk memahami prosedur kerja dan tindakan darurat. 

  4. Pengawasan Berkelanjutan:
    Selama bekerja di ruang terbatas, pengawasan harus dilakukan secara terus-menerus untuk memantau kondisi dan memastikan kepatuhan terhadap prosedur K3. 

  5. Evaluasi dan Pelaporan: 
    Setelah kegiatan selesai, dilakukan evaluasi dan pelaporan untuk memastikan semua prosedur telah dilaksanakan dengan benar.

REFERENSI

CO2Meter. (2024). OSHA confined space requirements. Diakses pada 7 Mei 2025, dari https://www.co2meter.com/blogs/news/osha-confined-spaces-requirements?srsltid=AfmBOorQs43MNWho0xErkecph-_10J823c5aALyiBnvLcxpWr3ki1cbM&utm_source=chatgpt.com

BelajarK3.com. (2025). Standar operasional prosedur bekerja di ruang terbatas. Diakses pada 7 Mei 2025, dari https://belajark3.com/sop/confined_space/

Dwisetiono, D., & Fairussihan, J. (2022). Analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proses perbaikan kapal di PT Dock dan Perkapalan Surabaya menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Jurnal Teknik dan Sains, 2(3).

Has Environmental. (2024, 28 Maret). Memastikan keselamatan di ruang terbatas. Diakses pada 7 Mei 2025, dari https://has-environmental.com/keselamatan-kerja/

Health and Safety Executive (HSE). (2022). Gas detection and monitoring.

NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health). (2022). Respiratory Protection.

OSHA (Occupational Safety and Health Administration). (2022). Gas Detection Instruments.

Safety World. (2024). Prosedur keselamatan bekerja di ruang terbatas (confined space). Diakses pada 7 Mei 2025, dari https://www.safetyworld.co.id/prosedur-keselamatan-bekerja-di-ruang-terbatas-confined-space

Synergy Solusi. (2024). Peraturan K3 di ruang terbatas: Menghindari risiko dengan langkah preventif. Diakses pada 7 Mei 2025, dari https://synergysolusi.com/artikel-qhse/peraturan-k3-di-ruang-terbatas-menghindari-risiko-dengan-langkah-preventif/

Teknik Sipil. (2017). Instruksi kerja (IKA) bekerja di ruang terbatas (confined space). Diakses pada 7 Mei 2025, darihttps://tekniksipil.id/instruksi-kerja-ika-bekerja-di-ruang-terbatas-confined-space/

Penerapan Process Safety Management (PSM)

Penerapan Process Safety Management (PSM)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pertambangan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pertambangan

PAK Akibat Pajanan Bising di Pabrik Manufaktur

PAK Akibat Pajanan Bising di Pabrik Manufaktur

Penerapan Process Safety Management (PSM)

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pertambangan

PAK Akibat Pajanan Bising di Pabrik Manufaktur

Keselamatan Pekerjaan di Atas Scaffolding

© 2025 Kabinet Proxima HIMATEKK3.

© 2025 Kabinet Proxima HIMATEKK3.

© 2025 Kabinet Proxima HIMATEKK3.

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.